Kuruyukuuuuuuuuk…. Bunyi para ayam saling bersahutan. Mentari telah menampakan sinarnya di ufuk timur. Tetes embun membasahi dedaunan dan bunga-bunga ditaman. Tak lama kemudian terdengar suara aneh mengganggu suasana indah pagi hari itu.
“Kroook....krooook…. “ sebuah suara terdengar kasar disuatu ruang yang tidak begitu luas tapi cukup untuk menimbun bantal-bantal yang dipenuhi dengan
pulau.
Tiba-tiba suara yang lebih nyaring dan setengah parau menyahut, memekakan telinga.
“ ALFIIIIIII! cepet bangun liat udah setengah enam tuh!!!! “ teriak sang mama membangunkan anaknya dengan lembut (timana hordeng).
“Aduh simamah ntar dulu atuh, lagi
pewe neeeeh!” sahutnya sambil melanjutkan mimpinya.
BYURRR…. sebuah semburan tepat mengenai wajah anak itu. Seketika dia bangun dari mimpinya, berdiri, dan berlari dengan bibir membiru.
“ Ama gua mau coba-coba tuh anak “ kata sang mama sambil memperlihatkan wajah jahatnya.
Didalam kamar mandi, Alfi masih berdiri sambil menggigit bibirnya karena tak kuasa menahan dingin. Lalu dia bersandar ke tembok terdekat. Dengan perlahan dia mulai menurunkan tubuhnya yang masih belum siap mengumpulkan kekuatannya.