Senin, 05 Desember 2011

Ternyata Dia Seorang Pria

Diposting oleh Alfi Awaludin Juliana Wijaya di 17.34 1 komentar

Kuruyukuuuuuuuuk…. Bunyi para ayam saling bersahutan. Mentari telah menampakan sinarnya di ufuk timur. Tetes embun membasahi dedaunan dan bunga-bunga ditaman. Tak lama kemudian terdengar suara aneh mengganggu suasana indah pagi hari itu.

“Kroook....krooook…. “ sebuah suara terdengar kasar disuatu ruang yang tidak begitu luas tapi cukup untuk menimbun bantal-bantal yang dipenuhi dengan pulau.
Tiba-tiba suara yang lebih nyaring dan setengah parau menyahut, memekakan telinga.

“ ALFIIIIIII! cepet bangun liat udah setengah enam tuh!!!! “ teriak sang mama membangunkan anaknya dengan lembut (timana hordeng).

“Aduh simamah ntar dulu atuh, lagi pewe neeeeh!” sahutnya sambil melanjutkan mimpinya.

BYURRR…. sebuah semburan tepat mengenai wajah anak itu. Seketika dia bangun dari mimpinya, berdiri, dan berlari dengan bibir membiru.
“ Ama gua mau coba-coba tuh anak “ kata sang mama sambil memperlihatkan wajah jahatnya.

Didalam kamar mandi, Alfi masih berdiri sambil menggigit bibirnya karena tak kuasa menahan dingin. Lalu dia bersandar ke tembok terdekat. Dengan perlahan dia mulai menurunkan tubuhnya yang masih belum siap mengumpulkan kekuatannya.

GARA-GARA KEMBAR

Diposting oleh Alfi Awaludin Juliana Wijaya di 17.29 0 komentar
Alfi - Alfina
Alfi adalah seonggok makhluk yang terbuat dari air hina yang dihasilkan dari sepasang mesin gulat alami. Dia tinggal disebuah dus besar di daerah Mars bersama kekasihnya Alfina. Alfi menjalani harinya dengan penuh kesabaran karena selain harus menanggung beban hidupnya yang serba kelebihan dia juga harus memikul beban Alfina istrinya yang selalu minta diantar kemana-mana. Tapi semua itu  dia anggap sebagai ujian yang nantinya akan membawa kebahagiaan abadi padanya.

KEHUJANAN (part ± 62)

Diposting oleh Alfi Awaludin Juliana Wijaya di 17.16 4 komentar
Alfi Awaludin Juliana Wijaya

Gua ga yakin postingan gua kali ini layak dibaca sama umum. Dari judulnya juga pasti orang-orang ga akan ngerti kenapa gua cantumin langsung ke “part ±62” di dalam kurung ? Sebelumnya gua tegasin ama kalian gua emang beneran ga kehujanan sekali aja di kisah hidup gua (#wiih “kisah”) jadi kalian ngerti kan? (#ga penting gitu penjelasannya). Ceritanya waktu itu gua baru pulang dari sekolah bareng Om Andi pake motornya (#ceritanya gua nebeng : “didepan”).
 

. Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos