![]() |
| Alfi - Alfina |
Pada suatu hari Alfi yang baru pulang dari pekerjaannya menjajakan bubut keliling mempergoki istrinya sedang bercumbu dengan seorang pria. Dia mulai mengamati siapa pria yang dengan berani mencumbui istrinya itu. Tetapi saat hendak mendekat, Alfi terkejut. Ternyata lelaki yang dicemburuinya itu seorang yang amat mirip dengan dirinya sendiri! Alfi hampir tak sadarkan diri melihat apa yang ada dihadapannya. Dia bertanya-tanya kenapa ada orang yang bisa semirip itu dengannya. Dia mendekati istrinya dan berbisik. “Ayy laki-laki itu siapa?” katanya dengan suara yang berat. Tapi Alfina hanya terdiam seolah-olah memang tidak ada yang harus dijawab. Alfi mencoba menanyakan pertanyaan yang sama dengan suara yang agak keras. Tapi Alfina masih saja diam. Alfi mulai naik darah. Diangkatnya tangannya bersiap untuk menampar istrinya. “Lu budeg ya!”katanya dan langsung menampar pipi istrinya. Tapi anehnya tamparan Alfi seolah-olah tidak terasa oleh istrinya itu. Dia frustasi diulanginya tamparan yang bertubi-tubi pada istrinya. Sampai akhirnya Alfina berbalik dan menghadapkan dirinya didepan wajah Alfi. “NYERI ATUH GOBLOG!”. Katanya dengan wajah yang tak lagi berbentuk bekas tamparan suaminya.
Alfi baru sadar kenapa Alfina tidak mau menjawab pertanyaannya. Dia malas menjawab pertanyaan yang sama karena Alfi selalu begitu. Setiap ayah Alfi datang kerumahnya dia selalu saja cemburu dan menanyakan hal yang sama. Alfina terlalu sering mengingatkan kalau Alfi dan ayahnya memang memiliki wajah yang kembar. Alfina juga selalu menggerutu dalam hati “Budak jeung anak mirip-mirip teuing atuh da!”. Sekarang Alfina mulai stress dengan kelakuan Alfi. Dia memutuskan untuk menempatkan Alfi digudang belakang rumah untuk dipasung.
Setelah selesai memasung suaminya, Alfina pergi kedapur untuk memasak air untuk mandi suaminya. Dia mulai mengisi air dan hendak menaruhnya di kompor gas. Tapi saat akan menyimpan air itu Alfina tergelincir karena lantai yang licin bekas air kencingnya sendiri. Akibatnya dia jatuh tepat diatas kompor itu dan tak sengaja menendang tabung gas yang ada di sampingnya. Karena kekuatan tendangan Alfina sangat kuat, tabung gas itu terlambung tinggi ke angkasa dan mendarat tepat di gudang tempat suaminya di pasung. Detik itu juga Tabung gas itu meledak dan menghancurkan gudang. Alfina segera menghampiri gudang yang telah hancur akibat ledakan gas itu. Dengan sesenggukan dia memanggil suaminya. “Alfi sayang… kamu dimana???” air mata mulai membasahi pipi Alfina ketika melihat jasad suaminya yang hangus. Alfina berteriak sekeras-kerasnya. Tapi ketika akan meninggalkan tempat itu, seseorang menghampirinya dan berkata “Ayy si papah kemana?”.
LOL


0 komentar:
Posting Komentar
Para pembaca sekalian, silahkan komentar disini.